Salam Sehat Untuk Kita Semua. Pada postingan kali ini saya akan membahas masalah kesehatan psikologis yang berkaitan dengan Body Shaming. Kalian pasti sering denger apa itu Body Shaming, Yakni melontarkan perkataan atau tindakan yang berkaitan dengan bentuk tubuh orang lain yang akan membuat orang lain tidak nyaman. Terkadang Body Shaming tidak selalu memiliki niat untuk menjelakan tubuh orang lain. Namun secara tidak sadar, bag beberapa orang yang memiliki perasaan sensitif itu akan menyakitkan perasaan mereka.

Body Shaming dapat terjadi kepada siapapun, kepada kita, sodara-sodara kita, bahkan teman-teman kita. Apalagi di era digital seperti sekarang, Netizen (Sebutan untuk orang yang suka komen di media sosial) sering sekali melakukan Body Shaming. Mulai dari anak muda, remaja, wanita hamil, sampai lansia, tidak lepas dari targetnya. How Come??..

Mungkin kalian sering tidak sadar bahwa kalian sudah melakukan Body Shaming kepada orang lain. Contohnya seperti membandingkan tubuh anak kalian dengan anak orang lain. Apakah itu tidak berdampak negatif kepada orang tuanya?. Nah.. agar kalian tahu dan sadar bahwa kalian telah melakukan Body Shaming, berikut akan saya bahas sedikit ciri-ciri bahwa kalian sudah melakukan Body Shaming kepada orang lain.
loading...


1.         Menganggap Tubuhnya Paling Gemuk, Padahal Kenyataannya Tidak.
Mungkin kalian sering tidak sadar membanding-bandingkan tubuh kalian dengan orang lain. Sekurus apapun wanita, akan selalu merasa paling gemuk di antara teman-temannya, atau antara orang lain. Padahal tubuh mereka sudah sangat ideal untuk seorang wanita.

Menurut psikoterapis Karen R. Koenig, M.Ed, LCSW, komentar ini bisa jadi sangat menyakitkan bagi orang lain. Bila Anda melakukannya, hal ini dapat mempermalukan teman Anda yang berat badannya berlebih, lho!

2.         Menyuruh Orang Lain Untuk Olahraga.
“Coba deh lari setiap jumat di taman! Pasti cepat kurus” Mungkin kalian sering berbicara seperti ini kepada teman kalian? Jika iya. Berarti kalian sudah mengejek fisik orang lain alias Body Shaming.

Kalian Mungkin mengira bahwa kalian hanya sekedar memberikan informasi kepada orang lain. Padahal, bisa jadi teman kalian tersinggung dengan perkataan kalain karena menganggap bahwa tubuh teman kalian gemuk.

3.         Senang Mengomentari Tubuh Orang Lain.
Salah satu ciri kalian melakukan Body Shaming adalah mengaggap bahwa tubuh kalian lebih sempurna dari temen-teman kalian atau orang lain. Ini bukan berarti baik lho..! Tapi justru tanda body shaming yang harus kalian hindari.

Secara tidak sadar, Anda sedang membandingkan tubuh diri sendiri dengan teman lain yang bertubuh gemuk atau kurus daripada Anda. Apalagi sampai menganggap diri Anda telah sukses menjalani hidup sehat, sedangkan yang lain tidak.

4.         Mengomentari Makanan Orang Lain.

Jika kalian mengomentari asupan makanan orang lain, apalagi sampai kalian mengomentari bahwa makanan tersebut berlemak dan membuat kita gemuk. Hati-hati, kalian sudah melakuakan Body Shaming. Apa lagi jika kalian menyuruh teman kalian untuk stop makanan berlemak dan menyuruh teman kalian diet.

Jika kalian sudah sadar itu semua, maka kalian tidak akan mengatakan hal-hal tersebut. Karena itu sangat berdampak buruk bagi orang-orang yang terkena Body Shaming. Berikut akan saya jelaskan dampak-dampak yang akan terjadi kepada orang-orang yang terkena Body Shaming.

1.         Membuat Orang Lain menjadi Insecure dan tidak percaya diri.
Jika kalian melakukan Body Shaming kepada orang lain dapat menyebabkan orang lain menjadi insecure dan tidak percaya diri. Seseorang yag insecure akan menarik diri dari lingkungannya dan akan kehilangan kepercayaan diri. Jika ini terjadi kepada orang-orang disekitar kalian. Coba laha kalian introspeksi diri, jangan-jangan kalian sudah melakukan Body Shaming kedapa orang tersebut.

2.         Membuat Orang Lain Tidak Berkembang.
Pelaku body shamming tanpa sadar telah membuat korbannya memiliki kepercayaan diri yang sudah rendah dan tidak punya motivasi untuk membuktikan diri. Bisa-bisa selamanya sang korban ini akan selalu menarik diri dan tidak melakukan apapun.

3.         Melakukan Hal Ekstrem Untuk Memperbaiki Kondisi Fisiknya.
Korban body shamming memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk melakukan hal-hal ekstrem demi memperbaiki fisiknya yang dia rasa kurang. Misal, karena sering dibilang gendut, si A melakukan diet ekstrem yang bisa saja mengancam kesehatannya hanya agar terlihat kurus. Makanya stop body shamming biar orang lain bisa mencintai diri mereka apa adanya.

4.         Melakukan Self-Harm Hingga Bunuh diri.
Menjadi korban body shamming sangat mungkin menyebabkan seseorang mengalami gangguan mental, sehingga mereka bisa saja melakukan self-harm atau bahkan bisa berujung bunuh diri.

Self-harm adalah ketika seseorang menyakiti diri sendiri sebagai cara untuk mengatasi, mengungkapkan, atau bertahan dari keadaan yang sangat sulit. Menyakiti diri dapat dilakukan secara fisik seperti, menyayat, mencakar, memukul, menggigit, membenturkan kepala ke dinding, menarik rambut, menelan sesuatu yang berbahaya, atau overdosis zat tertentu. Menyakiti diri juga dapat dilakukan secara halus seperti, tidak memerhatikan kondisi fisik, tidak memedulikan kebutuhan emosional, atau menempatkan diri pada situasi yang berbahaya.


Betapa bahayanya jika kita melakukan body shaming kepada orang lain. Namun jangan khawatir untuk para korban Body Shaming. Kalian bisa melakukan hal-hal ini ketika kalian mendapatkan body shaming dari orang lain.

1.         Tenangkan Diri Terlebih Dahulu.
Ketika kalian berhadapan dengan body shaming baik dari teman ataupun dari orang lain, coba lah untuk menenangkan diri kalian dulu agar kalian tidak membalasnya dengan gegabah atau membalasnya dengan Body Shaming juga. Caranya, kalian bisa tarik nafas dalam sampai kalian merasa tenang.

2.         Balas Dengan Ucapan Positif.
Balaslah perkataan-perkataan yang berbau body shaming dengan perkataan yang positif. Misalnya : ”kok anak lu kurus banget?”. Nah dari pada kalian marah-marah dan membalasnya dengan perkataan negatif lebih baik kalian menjawab dengan jawaban yang positif seperti “Iya gapapa, yang penting sehat.” Dengan jawaban positif setidaknya orang yang memberikan perkataan kasar akan tahu bahwa kalian tidak tertindas oleh perkataannya.

3.         Bersyukur dan jangan hiraukan perkataan orang lain.


Jika kamu terlalu peduli terhadap body shaming ini pada akhirnya akan membuat kamu semakin terpuruk dan membenci diri kamu kenapa harus memilki tubuh yang kamu miliki. Jadi lebih baik, tak perlu pedulikan omongan yang negatif dan mencintai diri kamu adalah hal yang penting dalam melawan body shaming.

Nah.. Gunakanlah cara cerdas dalam menanggapi body shaming yaa. Kalau kamu ikutan emosi, justru orang akan susah respect pada dirimu.

Mulai sekarang STOP Body Shaming. Karena dampak yang akan terjadi kepada korban akan menggagu kesehatan psikologisnya. Dan cobalah berfikir sebelum kalian berbicara, apakah kalian mau jika ada yang yang mengejek bentuk tubuh kaluan? Pasti kalian tidaka kan menerima itu, makanya cobalah untuk tidak mengejek atau membandingkan tubuh kalian dengan tubuh orang lain. Apalagi sampai mengejek bentuk tubuh orang lain.

Demikian informasi tentang kesehatan psikologis yang berkaitan dengan Body Shaming. Jika ada masukan, tips tambahan, atau pertanyaan dapat di tuliskan dikolom komentar. Dan komen juga untuk tips atau informasi kesehatan berikutnya.

Salam Sehat Untuk Kita Semua.

Thank You^^

Source of article:


loading...

Post a Comment

Previous Post Next Post