Munculnya kasus corona di Indonesia menciptakan urgensi tersendiri untuk masyarakat Indonesia, mulai dari naiknya harga masker dan hand sanitizer, penimbunan bahan makanan, hingga beredarnya hoax di masyarakat.
Berikut mitos dan fakta seputar virus corona yang perlu Kalian ketahui:

1. Mitos atau fakta, penyebaran virus corona (COVID-19) dapat terjadi pada daerah dengan cuaca panas dan lembab?
Fakta. Bukti yang ada menyatakan virus COVID-19 dapat ditularkan pada semua area termasuk pada wilayah dengan cuaca panas dan lembab. Cara terbaik untuk melindungi diri dari COVID-19 adalah dengan membersihkan tangan dengan antiseptic atau mencucinya dengan menggunakan sabun dan air.

2. Benarkah cuaca dingin dan salju dapat membunuh virus corona?
Tidak, ini merupakan mitos. WHO menyatakan bahwa tidak ada alasan untuk percaya bahwa cuaca dingin dan salju dapat membunuh virus COVID-19 maupun penyakit lainnya.

3. Mitos atau fakta, mandi air panas mencegah kita dari virus corona?
Mitos. Mandi air panas tidak akan mencegah kamu dari virus corona (COVID-19). Suhu tubuh normal manusia adalah antara 36,5°C - 37°C terlepas dari cuaca, maupun suhu setelah mandi.

4. Mitos atau fakta, menyemprotkan alkohol maupun klorin ke seluruh tubuh dapat membunuh virus corona?
Mitos, karena menyemprotkan alkohol atau klorin ke seluruh tubuh tidak akan membunuh virus yang telah masuk ke tubuh kita. Alkohol dan klorin hanya berguna untuk menetralkan virus atau bakteri pada bagian permukaan saja. Perlu diingat juga, penggunaan alkohol sebagai disinfektan juga perlu rekomendasi dan saran dari dokter maupun ahlinya ya!

5. Seberapa efektif alat pengukur suhu badan atau thermal scanner / thermal gun dapat mendeteksi orang yang terinfeksi virus corona ?
Alat pengukur suhu berfungsi untuk mendeteksi orang yang mengalami demam (suhu tubuh di atas normal). Namun, thermal scanner / thermal gun  tidak dapat mendeteksi orang yang terinfeksi virus corona. Alat pengukur suhu merupakan upaya deteksi dini pencegahan penyebaran virus corona yang salah satu gejalanya ditandai dengan demam tinggi. Menurut WHO, dibutuhkan waktu 2 hingga 10 hari bagi orang yang terinfeksi virus corona menjadi sakit dan mengalami demam.

6. Virus Corona hanya menyerang orang berusia lanjut?
Mitos. Berdasarkan informasi yang dirilis WHO, orang dengan berbagai rentang usia dapat terinfeksi virus corona. Orang usia lanjut dan orang-orang yang memiliki riwayat penyakit asma, diabetes, jantung lebih rentan karena kondisi kesehatannya buruk. WHO menyarankan agar semua orang selalu menjaga kebersihan tangan (cuci tangan dengan air dan sabun) dan pernafasan.

7. Mitos atau fakta, mengonsumsi bawang putih dapat mencegah kita terinfeksi virus corona?
Hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa mengonsumsi bawang putih dapat mencegah kita terinfeksi dari virus corona.

8. Apakah virus corona dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk?
Hingga saat ini belum ada informasi atau bukti yang menyatakan penyebaran virus corona dapat ditransmisikan melalui nyamuk. Virus corona merupakan virus pernapasan yang penyebaran utamanya melalui cairan yang dihasilkan ketika seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin, atau melalui air liur, dan cairan dari hidung.

9. Mitos atau fakta, hewan peliharaan dapat menyebarkan virus corona?
Hingga saat ini belum ada bukti bahwa hewan peliharaan seperti kucing maupun anjing dapat terinfeksi oleh virus corona. Meski begitu, tidak ada salahnya untuk mencuci tangan menggunakan sabun dan air setelah kontak dengan hewan peliharaan untuk melindungi diri dari bakteri E.Coli dan Salmonella yang dapat berpindah dari hewan peliharaan dan manusia.

10. Mitos atau fakta, vaksin pneumonia dapat melindungimu dari virus corona?
Mitos. Virus corona (COVID-19) adalah virus baru yang membutuhkan vaksin khusus. Hingga saat ini vaksin virus corona (COVID-19) belum ditemukan dan masih dalam tahap penelitian.

Post a Comment

Previous Post Next Post